PAPAN INFORMASI


Selamat Datang

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Lelang Proyek Jaringan Irigasi di Cirebon Jawa Barat

Bisnis.com - Kementerian Pekerjaan Umum membuka lelang proyek pembangunan jaringan irigasi daerah irigasi Leuwigoong, Cirebon Jawa Barat senilai Rp115,29 miliar.  

Dalam lelang tersebut, setidaknya ada 31 perusahaan yang telah mendaftarkan diri. Ke 31 perusahaan itu yaitu PT Jaya Konstruksi, PT Nindya Karya, Adhi Karya, Hutama Karya, PT Brantas Abipraya, PT Wijata Karya, Bangun Cipta Kontraktor, Bumi Karsa, dan PT SAC Nusantara.  

Kemudian, PT Kalapa Satangkal Sejahtera, CV Vissen, PT Ruuhak Phala Industri, Pt Sarang Teknis, Tri Ptri Damai, Duta Graha Indah, Basuki Rahmanta Putra, Sujainco, dan PT Adi Jaya Lima.  

Selanjutnya, Adiwira Nusa, Gunakarya Nusantara, Nugraha Adi Taruna, Lima Tujuh Tujuh, Dutakarya Dinametro, Karya Batam Mandiri Pekasa, Yusmara Grup, PT Pembangunan Perumahan, Leuwih Mentari, Karya Kita Putra Pertiwi, Karya Mandiri Surya Sejahtera dan PT Artha Envirotama.

Direktur Irigasi dan Sawah Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Imam S Nugroho Imam S Nugroho mengatakan paket pekerjaan itu, adalah paket lanjutan dari proyek yang sebelumnya.

Menurutnya, paket pekerjaan tahap ini, diharapkan bisa dilaksanakan mulai akhir 2012, untuk mengejar target operasional 2014 mendatang.   "Target berfungsinya waduk ini 2014 mendatang, sehingga kami berupaya untuk mempercepat proses konstruksinya," ujarnya di Jakarta Senin (08/10).  
Dia mengatakan pendanaan proyek ini berasal dari APBN murni, dan dialokasikan dalam empat tahun anggaran sejak 2011 lalu. Tujuan pembangunan dilakukan untuk distribusi air persawahan di lingkungan tersebut.

Sistem irigasi Leuwigoong merupakan salah satu sub project Participatory Irrigation Rehabilitation and Improvement Management Project (PIPRIMP) Dinas PSDA Jawa Barat.

Tujuan program PIRIMP adalah untuk meningkatkan produksi beras melalui rehabilitasi dan pengembangan jaringan irigasi yang ada serta peningkatan system operasi dan pemeliharaan di bagian barat Indonesia, sehingga berkontribusi dalam pencapaian kelangsungan ketahanan pangan nasional.

Sistem irigasi Leuwigoong terdiri dari bendung Copong dan jaringan interkoneksi. Bendung Copong terletak di Desa Nangewer , Kabupaten Garut.

Wilayah layanan DI Leuwi Goong terdiri dari 9 Kecamatan, yaitu Kecamatan  Karangpawitan, Wanaraja, Kecamatan Sukawening, Cibatu, Malangbong, Banyuresmi, Leuwigoong, Cibiuk, dan Kecamatan Garut Kota.

Jaringan irigasi Leuwigoong akan dibangun seluas 5.313 hektar. Adapun konstruksi yang dibangun yaitu satu buah bendungan, 162 bangunan air, saluran primer sepanjang 16,47 kilometer, saluran sekunder 26,14 kilometer, dam satu saluran muka sepanjang 3,10 kilometer.(msb)

PU Gelar Apresiasi Konstruksi Indonesia

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum kembali menggelar event apresiasi sektor jasa Konstruksi di Indonesia, yaitu Konstruksi Indonesia (KI) 2012.
Rangkaian Kegiatan Konstruksi Indonesia 2012 ditujukan untuk memberikan appresiasi yang tinggi kepada insan kontruksi, baik tenaga kerja konstruksi hingga badan usaha konstruksi yang mampu menghasilkan wujud karya konstruksi yang bernilai tinggi maupun menunjukkan kinerja yang baik selama proses.
Tidak hanya itu, KI menjadi pendorong sektor Konstrksi di Indonesia agar senantiasa dinamis mengikuti perkembangan isu-isu Internasional. Hal ini terbukti dengan tema yang menjiwai KI 2012 adalah 'Harmonisasi Konstruksi yang Berwawasan Lingkungan'. Acara ini akan digelar di Kemayoran mulai tanggal 29 November sampai 2 Desember 2012.
"Tidak berlebih tema tersebut yang diambil sebagai respons kita, Masyarakat Jasa Konstruksi, menghadapi isu-isu lingkungan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi,"ujar Sekretaris Badan Pembinaan Konstruksi Tri Djoko Waluyo di acara Sosialisasi Konstruksi Indonesia 2012 Terpadu, Selasa (25/9/2012).
Konstruksi Indonesia 2012 diharapkan mendapat dukungan dan partisipasi aktif segenap stakeholders yang terkait dalam sektor konstruksi nasional, baik yang berdomisili di pusat maupun daerah.
Sebab diperkirakan Konstruksi di Indonesia akan berkembang secara lebih signifikan dan luas di tahun-tahun mendatang, karena beberapa faktor seperti target pembangunan ekonomi dan predikat Investment Grade.
Menurut data World Economic Forum, secara umum Global Competitiveness Index Indonesia mengalami penurunan daya saing dari sebelumnya peringkat 44 (tahun 2010-2011), kemudian peringkat 46 (menjadi peringkat 50 (tahun 2012-201).
Turunnya daya saing ini ditenggarai karena masih adanya permasalahan infrastruktur di Indonesia dari 144 negara yang disurvei. Hal ini menyiratkan bahwa pembangunan Infrastruktur di Indonesia masih jauh dari harapan dan harus senantiasa dilakukan.
Demikian juga target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai 6,7 persen di tahun 2012, hanya dapat didukung oleh pembangunan Infrastruktur yang memadai
Sumber :
http://www.tribunnews.com/2012/09/25/kementerian-pu-gelar-apresiasi-konstruksi-indonesia

Menurunnya Daya Saing Konstruksi Indonesia

JAKARTA - Dari data World Economic Forum, secara umum Global Competitiveness Index Indonesia terus mengalami penurunan tiap tahun. Pada tahun 2010 peringkat Konstruksi Indonesia berada di peringkat 44, lalu terjadi penurunan di tahun 2011 menjadi peringkat 46, kemudian turun lagi menjadi peringkat 50.
Menurut Sekertaris Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Tri Djoko Waluyo menjelaskan alasan terjadi penurunan, karena kebutuhan negara akan infrastruktur terus bertambah, sedangkan perkembangan jasa infrastruktur tidak naik secara signifikan.
"Ketersediaan kehandalan infrastruktur, pelayanannya masih kurang dibandingkan kebutuhan untuk masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, jadi rankingnya kita rendah,"ujar Tri Djoko Waluyo, di kantornya, Selasa (25/9/2012).
Tri menjelaskan Di beberapa daerah bahkan cenderung minim dan terkesan fokus di perkotaan besar saja. Padahal lanjut Tri daya saing sumber daya manusia masyarakat Indonesia dalam bidang konstruksi tidak ada masalah dibandingkan jasa konstruksi dari negara lain.
"Padahal di negara ASEAN, banyak yang suka menggunakan sumber daya manusia dari Indonesia, seperti Singapura dan Malaysia,"ungkap Tri.
Untuk konstruksi Indonesia, menurut Tri, para pengusaha dan jasa konstruksi Indonesia sudah berani bermain di pasar internasional terutama di timur tengah seperti Aljazair, Irak, dan Uni Emirat Arab.
"Sekarang tinggal bagaimana pemerintah bisa menarik banyak investor dari luar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah dengan melakukan kerjasama join operation antara kontraktor asing dengan lokal mengingat adanya keterbatasan sumber daya,"jelas Tri.

Sumber :
http://www.tribunnews.com/2012/09/25/daya-saing-konstruksi-indonesia-terus-menurun
 
© 2012. BPP AKBARINDO JAWA BARAT - All Rights Reserved
Proudly powered by Sany Corporation